Jumat, 18 September 2015

Cobaan datang silih berganti dalam hidup. Dari yang kadarnya ringan sampai yg berat. Yang perlu dilakukan setiap insan adalah mempersiapkan mental sebelum semua hal buruk atau cobaan itu hadir. Caranya, ketika kita berbahagia, jangan larut dlm kebahagiaan itu, tanpa bermaksud negative thinking, tp perlu jg kita mengingat suatu kemungkinan terburuk yg hadir. Meski kita telah punya perencanaan yg kita nilai sempurna, namun, kita hanyalah perencana, sedangkan sutradara kehidupan adlah Allah. Jadi alangkah baiknya bila kita pun telah membayangkan bila seandainya hal buruk itu terjadi, bila rencana tak berjalan sesuai harapan, setidaknya kita sudah siap mental, sehingga tidak akan mbuat kita panik dan down berlarut2.
Harus selalu kita ingat sebuah nasehat, "berbahagialah sewajarnya, bersedihlah secukupnya, namun bersyukurlah sebanyak2nya". Karna apabila kita bisa menerapkannya dlm kehidupan kita, maka kita pasti akan trs bs berbahagia. Kita akan selalu bisa mensyukuri apa yg ada, apa yg kita miliki, dan apa yg kita alami. Itulah kunci kebahagiaan. Meski kita mengalami hal berat dalam hidup, ketika harus kehilangan orang yg dcintai, siapapun itu, dg cara seperti apapun, ketika kita sakit, ketika jatuh bangkrut, dsb, apabila sebelum itu terjadi kita sudh memikirkannya, kita tdak akan terlalu terpuruk dan rasa sakit yg d rasakan tidak akan terlalu parah saat kita telah mengalaminya.
memang tidak mudah belajar ttg ikhlas dan sabar. Tp asal hati kita bersih dlm niat(meluruskan niat), kita pasti bisa, pupuk trs setiap hari rasa ikhlas dan sikap sabar itu, maka pasti berhasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar